no subject

Time Travelled — 12 months

Peaceful right?

Hai Dinda, Ini hari terakhir kamu di usia 27. Saat kamu baca ini (hopefully you still alive so well), pasti itu udh hari terakhir kamu di usia 28. Artinya besok kamu udah 29. Aku ga tau gimana pengalaman kamu di usia 28 ini. Tapi aku setahun yg lalu ini mau bilang. Kamu di usia 27 udah melalui banyak ups and downs. Kamu berkali kali putus sama mas fahmi, yg kamu harapkan jadi suami, kamu terjerat utang puluhan juta yg ga kebayar bayar ga peduli sekeras apapun kamu banting tulang. Kamu sendirian dan ga punya tempat pulang seorangpun. Ga ada yg cukup kamu percaya untuk berbagi semua itu. Saat aku nulis ini, aku baru aja dihubungi mas yang mana kita officially putus 4 bulanan lalu. Just to ask silly hurting things. Dan dia bilang kalau dia jadian sama org lain itu gosip, tp whatever dia gak beneran sayang atau peduli. Saat nulis ini, aku lagi kehilangan job privat selama setengah bulan, which is it must be harder to pay the debt this month. Dan ga tau apakah job ini dipostpone sementara atau seterusnya. Saat nulis ini, aku nangis karena ngerasa sedih capek sendirian.. ngerjain sertifikat event Indonesian week yg ga ada habisnya. Haha padahal baru kemaren bayar pijet mahal" tapi enak bgt, di nest. Kamu sering" pijet yaah, biar gak capek". Tapi tenang, aku bukannya ga punya hal baik samsek.. di tahun ini juga, aku naik jabatan di midman, aku banyak ketemu temen baik dan care sama akuu, banyak belajar hal baru, banyak pengalaman menarik, banyak rekan kerja, banyak improve... Semoga tahun ini progress kerjaan kamu juga lebih baik yaa, dan semoga tetep di midman (karena kamu harus terus belajar lebih baik dan di lingkungan baik). Aamiin. 2 Minggu lagi juga kamu mulai kuliah S2 di unpam. Iya, mengejar mimpi kamu yg ketunda dari lama banget itu. Meskipun nyari uangnya setengah mampus mengingat cicilan bulanan kamu lebih gede 3 kali lipat dari gaji, tp aku percaya kamu selalu nemuin jalan keluar buat bayarnya. Kan selalu gitu. Tiba tiba ada job tambahan, atau Allah bukain pintu rezeki lain. Inget,, percaya aja terus sama Allah. Allah ga bakal ninggalin kamu. Ah, setahun lagi gimana ya? Apa aku bisa ngejalanin kuliah magister? Apa aku bisa lunasin hutang" aku yg bikin aku gila? Apa aku finally bisa bener" sembuh dr luka luka hati dan jiwa aku? Apa aku bisa hidup lebih sehat dg berat badan ideal? Atau mungkin aku ketemu org yg tulus sayang sama aku? Yg terpenting, apa aku bisa bener" tenang dan bahagia? Tuhan, tolong kasih aku hidup at least setahun lagi. Sampai hutang aku selesai. Sampai aku bisa selesaikan tanggung jawab aku di dunia. Aku ga mau mati dalam keadaan nyusahin siapapun. Tahun ini, aku ga minta apa apa selain, pertemukan aku dgn diri aku di masa depan agar dia bisa membaca surat ini dan berefleksi. Aku penasaran banget apa aku bisa selesain semua problem ini setahun lagi. Dinda, apapun yg kamu alami saat ini, semoga gak lebih berat dari saat aku menulis ini. Hidup dg baik ya din, even kamu nantinya gak balik sama Fahmi lagi. Even masih ada sisa hutang yg harus dibayar, even kuliah ternyata gak semudah itu, even kamu masih blm punya ac dan ngekos sendiri, even ternyata kerjaan makin berat, even ternyata BB kamu belum ideal.. that's okay.. You've done your very best and you must be worked hard. Thank you for living your best life. I'm proud of you. Happy birthday!

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?