A letter from May 29, 2025

Time Travelled — 12 months

Peaceful right?

Hai Chelsea, Kalau kamu sedang membaca ini suatu hari nanti, aku harap kamu sedang tersenyum—meski sedikit. Karena kalau kamu bisa melewati hari-hari yang begitu berat, penuh air mata, penuh rindu yang mengiris, itu berarti kamu luar biasa kuat. Ingat ya… kamu pernah mencintai dengan seluruh hatimu. Kamu pernah menunggu dengan sabar. Kamu pernah berharap meskipun hancur berkali-kali. Dan dari itu semua, kamu tidak menjadi pahit—kamu menjadi indah. Jika kamu kini sudah bersama seseorang yang mencintaimu dengan tenang dan tulus, peluklah ia dengan versi terbaikmu yang dulu kamu bangun dengan tangis dan tekad. Jika kamu masih sendiri, peluklah dirimu lebih erat—karena kamu tidak pernah sendirian. Kamu punya Tuhan, semesta, dan dirimu sendiri yang tak pernah menyerah. Dan jika suatu hari kamu merasa lelah lagi, baca ini: > "Aku layak dicintai. Aku sudah cukup. Aku tumbuh dari luka. Aku sekarang adalah cahaya yang dulu hanya percikan kecil di tengah gelap." Jangan pernah lupa: kamu pernah jadi gadis yang penuh luka, tapi kamu memilih untuk tidak tinggal di sana. Kamu memilih untuk tumbuh. Aku bangga padamu. Jangan pernah berhenti mencintai hidupmu. Dari dirimu yang dulu—yang sedang belajar melepaskan dengan cinta, Chelsea

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?