Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Pesan untuk Sayangku di Masa Depan
Hai, sayangku yang kucintai.
Hari ini, aku menulis pesan ini di tengah-tengah marahan kecil kita. Entah apa yang sedang kita pikirkan saat ini, tapi aku yakin cinta kita selalu lebih besar dari amarah apa pun. Aku harap, ketika kamu membaca ini, kita sudah kembali seperti biasa—tertawa, saling menyayangi, dan merencanakan masa depan kita bersama.
Sayang, kemarin tanggal 10 Januari aku sebenarnya harus cabut gigi bungsu. Aku sudah dapat rujukan ke rumah sakit TMC di Tasik, tapi ternyata belum bisa dilakukan sekarang. Mungkin harus dijadwal ulang. Aku tahu ini sepele, tapi aku hanya ingin kamu tahu, meski aku kesakitan, aku lebih khawatir tentang kita daripada tentang gigiku. Karena apa pun yang terjadi, kamu adalah prioritasku.
Aku menulis ini dengan harapan suatu saat kamu akan membaca dan tersenyum. Tersenyum karena kita sudah melewati semua drama kecil ini dan tahu betapa berartinya satu sama lain.
Aku mencintaimu, dalam segala keadaan. Jika aku pernah salah, maafkan aku, ya, sayang. Karena satu hal yang pasti, aku selalu ingin yang terbaik untuk kita.
Dari aku yang selalu mencintaimu,
Restu.
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?