Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Dear Christian Stevanus,
hai this is my 2nd letter for you Christian, yang 1stnya 1 tahun lagi.
Christian sungguh sejujurnya tidak mudah untuk membunuh semua perasaanku ini, mungkin mukaku ini bisa kamu artikan kalau aku sangat benci. tapi pada kenyataannya aku berusaha untuk tidak fokus melihat kamu tapi melihat benda di belakangmu. aku sudah berusaha, sangat berusaha dan akan terus berusaha.
aku kira memang sudah seharusnya begini, mungkin aku tidak mau punya pasangan yang seperti kamu atau mungkin aku tidak butuh seseorang seperti kamu dan memang sudah sepantasnya kita berpisah.
Aku ga pernah benci sama kamu, aku pikir kita masih punya banyak waktu. I wish kita masih punya banyak waktu dulu. Andai aja aku tahu, aku akan memperlakukan kamu jauh lebih baik lagi. Aku nyiksa kamu dengan cara tinggalin kamu kalau aku sedang marah. Aku minta maaf. Aku seringkali bilang dan ngelakuin hal hal yang ga aku maksud buruk tapi kamu mikir sebaliknya. Daripada milih bilang ke kamu apa yang aku rasakan terkadang aku milih diam. Aku minta maaf. Yang aku sadari kamu kekuatan dan kelemahanku. Bahkan sampai sekarang aku ga punya tenaga untuk marah. I never once hated you.
Berbahagialah Christian, semoga kamu selalu sehat and I will see that dokter Sp. JP shining.
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?