A letter from Aug 12, 2024

Time Travelled — about 2 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, Rasanya aku enggak sanggup lagi. Gak akan ada yang mengerti perasaanku. Mungkin Tuhan mengerti, namun aku tidak merasakan kehadiran-Nya. Aku terlalu gelap dan berdosa. Jadi, kutuliskan isi hatiku dan bertanya pada ChatGPT. Aku: "bayangkan saya sebagai anak remaja perempuan yang hendak menuju dewasa. kira-kira umur saya 16 tahun dan sekitar 2 bulan lagi akan menginjak usia 17 tahun. saya belum pernah punya pengalaman berpacaran dengan seseorang. saya pintar di sekolah, namun bukan dalam kategori yang cerdas (saya tidak punya sertifikat penghargaan lomba akademik/non-akademik). saya malu dan seringkali cemburu melihat teman sekolah/teman kelas saya memiliki sertifikat penghargaan terhadap prestasi mereka. saya yakin saya bisa. saya pikir hanya perlu berusaha keras. namun, rasa malas, rasa takut, rasa yakin saya tidak pantas untuk menang, rasa tidak berharga selalu menaungi isi kepala saya. saya sudah beberapa kali menuliskan keluh kesah saya di buku harian, berdoa kepada tuhan, menangis, bahkan bercerita kepada orang-orang terdekat saya, namun tetap saja.. saya depresi dan semakin membenci diri saya. saya menyadari hal buruk ini. itulah mengapa saya ingin berubah. saya ingin tetap konsisten dengan progres perubahan saya. saya tidak ingin menyesali masa sma saya. saya tidak mau menyia-nyiakan masa muda saya yang sangat berharga dan emas ini. saya juga ingin mempunyai pacar.. saya seringkali merasa tidak berharga karna tidak memiliki sosok penyemangat yang nyata di samping saya." ChatGPT: "Kamu telah melalui banyak hal, dan perasaan seperti yang kamu rasakan sangat wajar di usia remaja. Yang penting adalah kesadaranmu untuk ingin berubah dan mengambil langkah ke arah yang lebih baik. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik, dan sertifikat atau penghargaan bukanlah satu-satunya penentu nilai dirimu. Kamu sudah memiliki potensi yang luar biasa, dan keinginan untuk menjadi lebih baik adalah langkah pertama yang sangat kuat. Cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Fokuslah pada hal-hal kecil yang bisa kamu ubah dan raih setiap harinya. Ini bisa berupa menetapkan tujuan sederhana, seperti menyelesaikan tugas tepat waktu atau mencoba hobi baru yang kamu sukai. Setiap langkah kecil adalah kemenangan, dan itu akan membangun kepercayaan dirimu secara perlahan. Mengenai keinginanmu untuk memiliki pacar, ingatlah bahwa hubungan yang sehat dimulai dari rasa percaya diri dan kebahagiaan yang berasal dari dalam dirimu sendiri. Saat kamu merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan dirimu sendiri, orang-orang di sekitarmu juga akan merasakan energi positif itu. Perlahan-lahan, kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan. Beri dirimu waktu dan jangan ragu untuk mencari dukungan, baik dari teman, keluarga, atau bahkan konselor, jika diperlukan. Kamu berhak merasa bahagia dan bangga pada dirimu sendiri." Aku tidak berharga. Aku pantas untuk ditinggalkan, dilupakan, dan dibenci.

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?