A letter from Sep 17, 2023

Time Travelled — about 3 years

Peaceful right?

Ryan Hakim Pratama/46/Argonava 18/Surat Untuk Masa Depan Untuk aku di masa depan, first of all i wanna say big thanks for my self yang udah berjuang sampai sejauh ini. Terima kasih sudah mau terus melangkah meskipun tertatih, terima kasih sudah belajar menerima keadaan, terima kasih sudah mau survive di rintangan kehidupan. Tidak mudah memang, tapi pada akhirnya aku bisa kan? Memang benar, it seems impossible until its done. Untuk diriku di masa depan, kamu hebat sudah sampai sejauh ini, kamu hebat sudah mengalahkan rasa takutmu untuk melangkah, dan kamu hebat sudah menyingkirkan keraguanmu atas dirimu sendiri. Untuk diriku di masa depan, sehebat apapun kamu sekarang, kamu harus tetap menjadi pribadi yang rendah hati, pribadi yang tidak berdiri di atas penderitaan orang lain, dan tetaplah melakukan kebaikan kepada siapapun dan kapanpun. Kejadian yang lalu telah membentuk dirimu saat ini, membentuk pribadi yang semoga selalu kuat, meskipun banyak hal-hal yang memunculkan pertanyaan besar atas kemampuan menerjang ombak rintangan. Terima kasih ya, atas rasa letihmu yang selalu mencoba berjuang tanpa mempedulikan perasaanmu yang kau nomor sekiankan untuk keegoisanku yang menginginkan semua impianku tercapai. Apa kau masih berusaha kokoh untukku atau kau sudah sangat rapuh tanpa kusadari, diriku? I know is hard but i know kamu bisa kok. Kamu hebat lebih dari apa yang kamu bayangkan. Lihat, kamu sudah berjuang sampai sini dan ini benar-benar luar biasa. Kalau cape istirahat ya, aku tahu ini susah, tapi apa yang kamu impiin kamu pasti berjuang untuk itu kan? Jadi please jangan menyerah ya. Semua kerja kerasmu akan terganti dan semua kerja kerasmu itu berguna. Apapun yang sedang kamu alami saat ini, mungkin berat dan melelahkan. Tapi, kamu diciptakan bukan untuk gagal ataupun berakhir sia-sia. Jangan merasa kurang dan harus selalu bersyukur atas apapun. Apapun yang kamu rasakan, meskipun pedih dan hatinu kelu untuk merasakan sesuatu. Tolong pertahankan lekungan kecil di wajahmu itu, sekalipun air matamu sungkan untuk berhenti. Teruma kasih untuk segala luka yang mendewasakan dan maaf kamu harus melewati itu. Tutup telingamu untuk hal yang menyakitimu dan tutup mulutmu untum hal-hal yang menyakiti hati orang lain. Setiap orang punya masanya masing-masing. Jika hari ini bukan harimu, mungkin besok milikmu. Atau bahkan bisa jadi bulan depan, pun kemungkinan tahun depan, kita tidak tahu. Kamu punya waktumu, terus cari dan temukan. Mari berusaha dengan keras, tanpa melalui batas.

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?