A letter from August 20th, 2023

Time Travelled — almost 3 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, Halo perkenalkan nama lengkapku Cut Ayesha Syahwa Khaira. Bisa dipanggil Khaira. Aku lahir di Jakarta, 9 November 2005. Bercita-cita untuk melanjutkan studi di Universitas Indonesia sudah menjadi mimpiku sedari kecil. Dari SD hingga SMA aku selalu berusaha untuk menjaga dan memperbaiki nilaiku agar stabil dan meningkat di setiap semesternya. Hal ini aku capai dengan cara belajar baik di rumah maupun di tempat les. Awal mula perjalanan ku di SMA pun dimulai. 3 tahun yang lalu munculah pandemi covid. Semua akses dimana pun itu ditutup. Akses jalanan, pendidikan, pekerjaan, dsb pun terhenti. Jujur saja aku sempat cemas akan masa SMA ku kelak karna aku berfikir bagaimana caranya aku bisa mengerti apa yang disampaikan guru melalui media pembelajaran online ini. Awal-awal aku mulai beradaptasi dan cari tahu mengenai media pembajaran jarak jauh atau biasa orang menyebutnya “PJJ”. PJJ sendiri menurutku kurang efektif untuk siswa. Tapi apa boleh buat di masa yang seperti ini hanya PJJ lah solusinya. Semua tugas dan materi aku pelajari satu per satu. Betul saja beberapa nilaiku di mata pelajaran tertentu kurang memuaskan. Tetapi hal ini bukan menjadi hambatan untukku menuju tujuan utama ku yaitu masuk peringkat eligible. Tangga demi tangga aku naiki sampai tibalah di masa kelas 12. Masa-masa yang akan menentukan perjalanan pendidikan ku selanjutnya. Alhamdullilah aku dapat masuk ke dalam peringkat eligible. Rasanya senang sekali bisa melihat namaku tercantum di file tersebut. Melihat namaku tertera tanpa berlama-lama aku memutuskan untuk konsultasi ke BK dan tempat les. Setelah kita berdiskusi ternyata tidak memungkinkan kalau aku memilih program studi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Sedih rasanya karena Ilmu Komunikasi adalah prodi yang sangat aku damba-dambakan sejak SMP. Terpaksa aku merelakan untuk tidak memilih UI di pilihan SNBP ku. Pada akhirnya aku memilih Universitas Airlangga. Tidak lupa aku minta doa serta dukungan dengan teman-teman, kerabat, keluarga sekitar. Tapi Allah berkata lain. Aku mendapatkan layar merah saat pengumuman. Rasanya sedih dan aku mulai berpikir “Apakah usahaku selama ini sia-sia”. Tetapi berkat kata-kata penyemangat dari lingkungan ku lah aku bisa bangkit dari hal ini. Pembuktian ku dimulai dengan belajar persiapan untuk SNBT. Di tempat les aku juga kerap mengikuti waktu tambahan demi mengerti akan pelajaran yang akan keluar nantinya. Tak lupa aku juga belajar dari berbagai platform seperti: tiktok, youtube, twitter, dan beberapa aplikasi media belajar lainnya. Pada saat mengerjakan TO aku sangat sungguh-sungguh dan selalu meyakinkan diriku kalau aku bisa melewati fase ini. Lokasi SNBT ku berada di Fasilkom Gedung Baru, UI. Sampai ruangan rasanya campur aduk. Waktu pun berjalan sampai pada akhirnya aku dapat menyelesaikan soal-soal tersebut. Pada hari pengumuman, aku dikejutkan dengan kata “semangat” di layar ponselku. Yang berarti aku tidak lulus dalam SNBT tahun ini. Kecewa untuk yang kedua kali nya, cukup berat bagiku untuk bangkit dari fase ini. Namun, pihak sekolah memberikan info bahwa sudah ada pendaftaran jalur PPKB. Disinilah semangatku membara dan memuncak. Entah perasaan apa tapi diriku mengatakan bahwa kali ini aku benar-benar bisa untuk melewatinya. Syarat pendaftaran pun telah ku penuhi. Dan Alhamdullilah kali ini adalah hari yang sangat indah. Aku mendapatkan kata “selamat” kali ini. Sujud syukur dan menangis adalah hal yang pertama kali ku lakukan. Semua orang mengucapkan kata selamat pada hari itu. Perjalanan yang tidak mudah yang sudah membawaku sampai pada titik ini. Titik hasil dari perjuanganku kemarin. Aku mempunyai tujuan bahwa di UI aku akan menjadi mahasiswa yang aktif baik itu bersifat akademis maupun non-akademis. Aku ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan UKM dan kepanitiaan lainnya yang bisa memberiku hal-hal yang belum pernah ku dapati sebelumnya.Karena mulai dari situ aku bisa mendapatkan pelajaran mengenai karakter dan kepribadian seseorang. Aku juga ingin mengikuti program IISMA. Yaitu program pertukaran pelajar mahasiswa pada semester 4-7. Maka dari itu, mulai dari sekarang aku akan menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk program tersebut. Karena dengan aku mengikuti program IISMA aku dapat mempelajari budaya baru, menambah relasi serta pengalaman ku serta dapat mengenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. Pastinya lulus tepat waktu adalah tujuan utama ku. Dengan lulus tepat waktu aku dapat bekerja di suatu perusahaan yang pastinya berhubungan dengan bidang ku yaitu pariwisata. Setelah pengalaman bekerja, aku ingin melanjutkan S2 ku di luar negeri. Harapan ku kedepannya semoga aku dapat menjalani kuliah dengan proses belajar yang maksimal. Agar aku dapat meraih apa yang aku inginkan kedepannya. Tak lupa aku ucapkan terima kasih kepada kepada diriku sendiri karena sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah sampai pada titik ini dan membuat semua orang bangga terhadap pencapaianmu! Kamu keren! Terima kasih, Khaira. Terima kasih juga aku ucapkan kepada keluarga serta teman-teman yang selalu memberiku kata-kata indah penyemangat yang selalu meyakinkanku untuk tetap bangkit dan tidak menjadi orang yang pesimis. Terima kasih kalian semua!! aku sayang kalian.

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?