A letter from Jun 16, 2023

Time Travelled — almost 3 years

Peaceful right?

Hey. Gimana kabarnya? Masih idup kan? Udah dari taun 2018 akhir, makin menjadi during 2019, aku ngerasa dunia runtuh tiba². Tanpa ada penyebab yang pasti. Mulai nangis tanpa alasan, pernah juga sampe 6 jam non stop. Inget? Berkali-kali mikir cara untuk mati. Tapi aku berhasil survive sampe aku ngetik ini loh. Ini tahun keempat dari pertama kali aku ngerasa ada yang berbeda dari sudut pandangmu terhadap dunia. Tahun keempat yang berhasil aku lalui dengan susah payah. Kamu gimana kabarnya sekarang? Udah hampir 30 tahun ya? Ngga ngerasa banget wkwkwk. Kayaknya kemaren baru aja 17 tahun, trus mulai ngerasa semuanya teramat sangat melelahkan di usia 22. Eh sekarang udah hampir 30 aja. Waktu aku ngetik ini, aku sama sekali ga berharap kamu bisa baca surat ini. Seandainya ga bisa pun aku berharap ada orang lain seperti teman atau keluarga yang pada akhirnya baca. Kamu sama sekali ngga merasa perlu susah payah membangun mimpi. Berharap hidup sampai tahun depan pun sebenarnya udah ngga ada. Bukan karena pengen bunuh diri, tapi ya udah let it flows aja. Intinya, jadi apapun kamu saat ini, aku bangga sama kamu. Aku selalu bangga sama kamu meskipun rasanya susah sekali untuk bisa membanggakan diri sendiri. Terima kasih untuk selalu bertahan. Memberi kesempatan 17 tahun, 23 tahun, 26 tahun sampai 30 tahun ku kelak untuk selalu hidup. Semoga. I love u. Im very proud of u. U can do anything with no one there for help. U should love urself as well. See ya! ❤️

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?