A letter from Apr 15, 2023

Time Travelled — almost 3 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, jujur aku bingung mau nulis apa. Aku selalu berdoa ke Tuhan buat memaafkan segala dosa orangtua dan aku, kemudian mereka diberi kesehatan dan kecukupan. Kenapa aku berdoa begitu? Karena aku tau sumber dari masalah ini adalah rasa tidak punya itu. Mereka harus kerja banting tulang dari awal mereka bersama. Hubungan mereka toxic tapi juga tidak bisa keluar darinya, mereka saling membutuhkan, terutama bapak. Dia sangat rapuh, dia hidup dengan beban sebagai seorang laki-laki yang harus kuat, menghidupi istri, anak, dan bisa membantu keluarganya. Tapi, keadaannya tidak memudahkannya. Dia mungkin menderita, warisannya sudah habis, kerja terus tidak membuatnya cepat kaya. Sebagai suami, dia ingin dituruti setiap perintahnya. Dia mengamnggap dirinya yang paling menderita karena dia yang bekerja sendirian. Ya Tuhan, kenapa Engkau menghadirkan manusia seperti dia? Bagaimana sejarah dan setiap elemennya membentuk bapak yang seperti ini? Tidakkah dia belajar untuk mengendalikan amarahnya? Tidakkah dia mengetahui ketakutan, kekalutanku melihat pintu dibanting, suara yang keras, dan makian yang mengudara untuk ibuku? Apakah dia tidak tau sebesar apa aku membenci dan menakutinya? Tidak ada sama sekali rasa sayang dapat tumbuh dalam ruang hatiku. Mungkin pernah tanpa kusadari, tapi setelah itu menguap juga seiring makiannya. Mungkin juga aku hanya kasihan. Aku sangat kasihan padanya, tapi juga muak. Dia semakin terlihat tua. Entah apa yang dia pikirkan. Mungkin akan kuubah cara doaku, permintaanku, bukan agar dia diberi kesehatan, tapi dilunakkan hatinya. Demi Tuhan, anaknya dua perempuan, tidakkah dia ingin lemah lembut pada kami tanpa hubungan yang transaksional ini. Aku juga ingin dekat dengannya, menatap matanya yang teduh dan penuh kasih padaku. Bersandar dan berbincang dengannya dengan hangat. Tapi aku merasa itu mustahil, Ya Tuhan. Rasanya aku sudah ingin menghapus dia dari kehidupanku. Kalau dia lelah dengan kehidupan di dunia ini, kenapa tidak Engkau ambil dia saja, Tuhan? Kenapa Engkau biarkan aku, adik, dan ibuku hidup bersama dia?

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?