Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Kamu masih hidup? syukurlah artinya kamu berhasil. karna kamu yang sudah membenci keadaan berniat mau mengakhiri hidup mu kalau lamaran pekerjaan mu yang terakhir ini ditolak.
dunia tidak berpihak padamu, ujung ujung nya kamu memang mati, tapi apakah harus menanti waktu kematian itu dengan kemiskinan dan keterpurukan? kenapa kamu di ciptakan kalau keberuntungan tidak berpihak padamu? supaya ada kata orang kaya dan orang miskin? dan kamu orang miskin itu.
aku sudah lelah berjuang, semuanya sia sia, persetan dengan kata 'hasil tidak akan menghianati usaha', itu semua bohong!.
karna semua usaha mu itu tidak menghasilkan hasil yang diharapkan, uang mu sudah habis untuk membeli kertas dan matrai, bahkan lembaran foto wajah mu yang terlihat kasihan itu, tapi ujung ujung nya jadi sampah. HAHA
kamu di masa lalu berusaha mati matian untuk tidak menggapai tali yang sudah digantung itu, karna kamu masih berharap agar Tuhan mu mengasihani mu. tapi sepertinya tidak.
kamu sudah menangis dan memohon agar Dia mengakhiri ujian nya ini karna kamu sudah tidak mampu, kamu tidak sekuat itu, tapi kenapa belum di akhiri? di akhiri oleh sebuah kebahagiaan atau di akhiri oleh panggilan nya.
Semua hal sudah kamu benci.
Kamu di masa lalu hanya ingin sebuah pekerjaan, kenapa seperti mencari jarum di dalam padang ilalang? Kamu bukan orang yang pemalas tapi kenapa di takdirkan untuk menjadi beban yang menghabisi nasi di rumah? dasar babi!
kamu bertanya tanya bagaimana rasanya mati? apa kamu sudah merasakan nya? kamu tidak bisa membaca ini kan kamu sudah mati, jadi tetaplah hidup jika ingin membaca surat isi kebencian ini.
Dunia mu begitu buruk, kamu berusaha untuk belajar bersyukur tapi kamu tidak tau apa yang harus di syukuri?
Keinginan remaja mu tidak terpenuhi, seperti menonton idol korea mu yang akan datang ke indo bertepatan di hari ulang tahun mu, tapi kamu hanya diam di kamar karna tidak ada uang.
Teman teman mu berada di kota untuk menikmati masa kuliah mereka, mendapatkan teman baru, bisa menikmati masa remaja mereka, tapi kamu? mencari pekerjaan yang tidak kunjung mencari mu juga
justru teman teman mu semakin berkurang dan meninggalkan dirimu sendiri dengan aplikasi ini
Kamu memutus kontak dengan mereka karena malu berteman dengan mereka yang bisa melanjutkan pendidikan, hanya kamu yang terus berbicara omong kosong di grup itu.
Aku sebenarnya berharap kamu di masa depan bisa memaafkan mu dan menerima kenyataan, tapi aku tidak mau, aku ingin kamu terus menyalahkan mu atas semua hal yang terjadi.
karna di masa lalu, untuk tersenyum saja kamu tidak bisa. jadi tetaplah hidup di dalam kesedihan karna itu memang takdirmu.
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?