A letter from Jun 26, 2022

Time Travelled — almost 4 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, Sekarang Aku berjuang di PPDB untuk mendapatkan SMA dan meneruskan pendidikan. Ibu kita khawatir akan masa depan kita meski kita sendiri tak peduli, mungkin kau masih mengingat itu. Aku sekarang hampir tidak bisa khawatir. Entah di manapun engkau sekarang, entah apakah kau mendapatkan tempat yang layak dengan perjuanganku sekarang, entah apa yang sedang berlalu di hidupmu sekarang, apakah itu snmptn atau utbk Aku bahkan masih tak tahu dengan hal seperti itu. Berapa bodohnya kita. Aku hanya bisa bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja. Justru kau adalah orang yang sangat hebat. Karna kau adalah orang yang Aku dambakan untuk menjadi dan akan menjadi. Kau adalah versi dari diriku yang lebih berpengalaman, entah itu baik atau buruk, Aku berharap kau masih berpegang dengan keseimbangan. Aku lebih berharap Aku bisa mendapatkan balasan darimu, Aku ingin tahu seperti apa hidup di hari esok. Apakah Ichi masih di sana, apakah kau masih aneh seperti yang orang katakan, atau apakah kau sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Perjalananmu sudah jauh, dan jujur Aku iri padamu karna kau sudah berhasil melaluinya. Jadi jangan berhenti, Aku sudah berkali-kali gagal, Aku tak tahu apakah kau sudah menebus kegagalan itu, tapi kau hanya harus terus berjalan. Berjalan, berjalan, berjalan, dan jangan berhenti. -The Man from The Past

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?