Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Dear FutureMe,
Hai, apa kabar? akhir-akhir ini aku merasa gagal. Walaupun rasa percaya diriku sempat naik sedikit karena dikontak oleh salah satu perusahaan asuransi, tapi itu tidak berlangsung lama. Seminggu ini aku sibuk banget, ngerjain riset dan kerjaan kantor. Koibito juga sibuk kayaknya. Aku ngerasa dia gak mau nganggu aku, makanya dia gak pernah chat aku duluan. Setidaknya itu yang dipikirin oleh sisi logisku. Sisi emosionalku bilang He doesn't want you anymore. Dia udah gak suka lagi sama aku. Aku berkaca-kaca kalo kepikiran ini. Tiap dia ngirim VN atau nelpon bentar, happy mood langsung naik. Jadinya aku gak bisa ngomongin hal ini yang ganggu pikiranku. Sepertinya aku mulai mengharapkan perasaan dan perhatian dia yang diluar kendaliku.
Yang bikin aku ngerasa gagal, karena buka linkedin (liat adek kelas pada magang dimana dan tau temen-temenku anak BM pada kerja dimana). I was not a bright student back then, tapi aku ngerasa aku pantas dapat tempat yang lebih baik. Sekarang aku di kampus, masih belum resmi, apakah aku akan menyesali keputusan ini? aku sudah sedikit merasakannya. Insecurity ini cuma aku bisa bilang ke Cyn. Dia bilang ini baru batu pijakan pertama, dan dia percaya aku bisa melompat lebih tinggi. Kenapa aku nangis nulis surat ini?
Love,
PastYou
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?