A letter from Aug 28th, 2021

Time Travelled — about 5 years

Peaceful right?

Teruntuk diriku di masa depan, Begitu banyak yang kau jalani. Begitu banyak hal yang kau temui. Kekuatan dan kelemahanmu adalah dirimu sendiri. Cintai dirimu dengan seadanya. Sebaik-baiknya. Jangan pernah lelah. Jangan pernah berhenti hingga berkalang tanah. Selalu ada jalan. Selalu ada langit cerah setelah mendung dan hujannya. Cintai dan hormati kedua orang tuamu. Di manapun mereka berada. Apapun dan bagaimanapun keadaan mereka tanpa syarat. Tetaplah jadi anak yang berbakti. Perkuatkan itu. Jika kau masih sendiri dan belum menikah saat surat ini sampai di tanganmu, itu bukanlah hal yang buruk wahai diri. Cinta dan kasih sayang bukan paket yang bisa kau pesan lalu datang kemudian kau ******* hingga kau bosan dan tak kau ******* lagi. Tak perlu menunggu dan tak perlu mencari. Semesta akan menghadirkannya di saat yang tepat. Jika keuanganmu tak ada kemajuan yang signifikan, ingat satu hal bahwa uang adalah salah satu dari sekian perantara untuk berbuat baik. Tetaplah berusaha. Kau akan temukan jalanmu. Jika keuanganmu baik bahkan melimpah, ingat bahwa ada hak orang lain di sebagian kecil apa yang kau punya. Tetaplah rendah hati. Welas dan asih. Namun jangan gegabah. Jangan terlalu mudah percaya. Jangan rapuh karena kehilangan. Jangan retak karena perkataan. Jangan lungkrah karena pujian. Jangan tumbang karena tindakan. Kau adalah kau. Dirimu. ***

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?