A letter from Jul 24th, 2021

Time Travelled — almost 5 years

Peaceful right?

Assalamu'alaikum Dear FutureMe, Sekarang kamu dah jadi apa Ra? -kamu berhasil gapai mimpi kamu untuk jadi dokter? oh iya, maksudku kuliah di fakultas kedokteran impianmu itu? -apakah kamu masih bahagia seperti kamu yang dulu? Aku harap ya :) - tunggu, apa kamu berhasil capai impianmu untuk menerbitkan setidaknya satu buku? Atau... Justru kamu belum menyelesaikan cerita pertamamu yang berjudul "SOLITUDE" itu? -bagaimana kabar ibumu? Aku berdoa dia tetap baik-baik saja. Dan ayahmu? Oh ayolah, apakah pria itu masih tetap dengan egonya yg dulu? Ah semoga tidak. Biarpun begitu, aku akan tetap menyayangi mereka. Aku harap mereka juga begitu. Ada pesan untukmu dari ku. Jangan berfikir bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja padahal kamu normal. Ya, itu maksudku, bersikap normal lah. Walaupun begitu, tetap saja kamu tidak boleh memaksakan diri untuk tetap baik-baik saja padahal nyatanya lain lagi. Curahkan hatimu kepada siapapun yang kamu percaya. Jangan memen*** sendirian! Karena itu hanya akan membuatmu sakit, tak akan selesai kegelisahan mu itu. Kamu masih ada Ca kan? Apa kabar sahabatmu yang barbar itu? Dia masih dengan sifat tulalit-nya? Atau lebih parah? Oh, maaf Ca! Tapi baru kali ini aku dapat terbuka. Semoga dia tetap Ca yang sama dalam duniamu sekarang. Jika seandainya kamu di sana tak ada teman, carilah ibumu! Dia akan selalu mendengarkan, dan pastinya mampu mengerti kamu. Ketahuilah, ibu adalah sahabat sejati mu. Kamu juga boleh mencurahkan hatimu pada lelaki yang sudah memilihmu sebagai kekasihnya. Ya ampun, bahasa ku kenapa seperti ini. Ah sudahlah, yang penting kamu sudah tidak mengharapkan Vincenzo-mu itu sebagi suamimu, atau mengharapkan pria-pria wattpad-mu itu untuk keluar dari dunianya lalu menikahi-mu. Juga aku berharap kamu sudah tidak menangisi Alaska-mu yang sudah tiada itu! Bahkan sebelum kematiannya itu, Alas memang tiada, dia "hanya fiksi". Terkadang hatiku terasa berat jika mendengar dua kata terkutuk itu. Tapi tak apa, duniamu mungkin belum berwarna. Oh ya, aku ingin bertanya, apakah kamu sudah selesai mengoleksi buku impianmu itu? Kamu tak mungkin lupa, series BUMI karya Tere Liye apakah kamu sudah mengoleksi semua series-nya? Oh aku sangat memimpikannya saat ini. Kamu mungkin akan bertanya-tanya, "aku menulis ini sudah sangat lama, kira-kira sejak kapan? Oh aku lupa" Karenanya, aku menulis beberapa catatan: Saat ini aku masih kelas 9, kamu tak mungkin lupa sekolahmu itu. Hari Sabtu, malam Minggu, tanggal 24 Juli 2021. Aku menulis ini di jam 19.32. Nanti hari Senin aku akan mulai belajar seperti biasa. Hm, kamu benar, seperti biasa. Daring maksudku. Tentu, bahkan sistem belajar di rumah sudah menjadi rutinitas sekarang. Bagaimana dengan duniamu? Apakah pandemi masih berlanjut? Aku harap tidak. Karena manusia adalah makhluk sosial. Tak peduli, pengembangan zaman yang sudah mampu bersosialisasi di platform media sosial. Karena kenyataanya, ketika aku baru satu tahun mengobrol hanya lewat handphone; setelah itu, serasa bertemu dengan manusia dari planet lain. Sangat canggung, terkadang kurang mengerti bahasa yang mereka *******, sampai sikap mereka pun bermacam-macam. Karena bersosialisasi dalam medsos itu mencakup hal luas. Ada macam-macam pergaulan didalamnya. Contohnya diriku saat ini, aku kenal wattpad semenjak pandemi. Aku mencoba masuk ke dalam dunia literasi untuk mengistirahatkan pikiran ku selama pembelajaran daring. Aku sudah terlalu banyak bercerita hari ini, suatu saat aku akan bercerita lagi padamu. Semoga umurku sampai. Aamiin. Kuat-kuat ya kamu di sana. Jaga kesehatan, dan jangan lupa bahagia... See u Wassalamu'alaikum

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?