A letter from Jul 12th, 2021

Time Travelled — almost 5 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, Harapan saya tidak banyak. Tapi, tanpa harapan itu saya tidak akan memiliki tujuan untuk terus hidup, hidup, dan hidup. Harapan terbesar saya, saya lebih ingin membahagiakan orang tua saya hingga membawa mereka bersujud lembut di depan tanah suci. Tapi, jika keinginan ini belum tercapai, saya akan selalu membuat orang tua saya tersenyum dan bahagia dengan apa yang saya lakukan. Selain itu, saya ingin menjadi penulis yang mampu menggugah minat baca warga indonesia serta mampu bersaing dengan novel luar negri. Karena harapan ini terlalu besar, saya ingin memulai dengan harapan yang paling kecil terlebih dulu, yaitu buku saya bisa berjejer rapi dengan penulis Tere liye, Habiburrahman El-shirazy, Asma Nadia, dsb. Lalu, dengan uang honorer hasil penerbitan buku pertama saya, saya akan membelikan ayah saya buku novel naga bumi seri 3 dan membelikan ibu saya oven yang diimpikan sejak saya kecil. Dan bersamaan dengan itu, saya ingin menabung untuk membeli laptop baru dan I-pad untuk mengembangkan bakat saya dalam menggambar. #UASPSIKOM2A1

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?