Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Dear FutureMe,
Hey km, yg entah sejak kpn menjadi kesukaanku, yg slalu kutunggu notifikasinya.
Ah, pikiranku pada bergerumul, aku jd semakin bingung. Entah apa yg terjadi dgn diriku. Aku pikir sangat menyenangkan untuk bersua dengannya. Ah, maybe membayangkan hari² bersamanya akan membahagiakan. Aku tau ini semua ga bener, aku jg merasakan ga mungkin. Karna ya, aku tdk mengenal semua tentangmu begitupun sebaliknya km pun tak mengenal apa-apa yg menjadi tentangku. Apakah rasa ini wajar? Kenapa semuanya jd seperti ini? Kau tau, aku perempuan yg punya begitu bnyk kekurangan. Tp, aku g ngerti knp, aku merasa kita adlh pasangan yg sesuai, apa kau merasakan seperti itu jg? Maaf, aku tdk bermaksud mengganggu u, kau harus fokus dgn kehidupan u, begitupun aku. Aku hanya perempuan yg msh berputusasa. Tdk dipungkiri hari²ku merasa bahagia, jika dpt berbagi kabar dgn mu, apalagi km sangat welcome dan terbuka. Tak pernah kutemukan org sepertimu sebelumnya jg tak pernah membosankan. Rasanya ada saja yg kita bahas, maybe kau memang pintar dan itu nyaris sempurna. Dan, aku pun terlalu terbawa, jd beginilah akhirnya.
Hey, jangan memikirkan aku, ok, aku baik² saja. Kuharap kau jg baik. Tahukah, aku belum pernah mengatakan ini, aku pernah bermimpi tentangmu, ga tau knp, entah itu alam bawahku yg bekerja entah aku bisa lucid dream karna kurasa itu begitu mudah. Jujur, aku ingin sekali memeluk u. Dan, itu terjadi dlm mimpi. Tp aku mensyukurinya, aku sangat senang.
Aku org yg sangat malas, aku jg ga tau knp, pdhl aku ingin pintar, aku lihat kau sangat rajin belajar. Hey, itu membuatku termotivasi, aku bersyukur mengenal orang sepertimu. Trimakasih sdh membuatku termotivasi, trimakasih canda tawanya, trimakasih geludnya. Entah kita akan bertemu ato tdk, berjodoh ato tdk, tp karna mu aku jd merasa lebih bersemangat. Mungkin ini salah, jika tak menyertakan-Nya:" kuharap aku kan menjadi lebih baik.
Tentang pernikahan.. Aku merasa apa itu, aku kurang suka komitmen. Kita sama² berjiwa bebas kan. Aku rasa dr aku yg seperti ini aku tdk berharap lebih dgn hal seperti itu. Aku tau menikah adalah ibadah. Tp, apa aku jg bisa seperti itu? Rasanya sangat bnyk persiapan utk itu, apa aku sanggup🤔 maaf aku tbtb curcol ttg itu padamu. Aku benar² bingung, bagaimana cara aku mendapat jodohnya, apalagi aku enggan pacaran, apa dgn melakukan taaruf. Entahlah itu kebingunganku, aku jg bingung jika ada seseorang yg melamar apa aku hrs menerimanya? Haha aku sangat pede.
Maybe benar, aku jalani aja apa yg ada saat ini, aku hrs menikmati momennya, hikmah yg bisa diambil. Skrg tugasku sebagai mahasiswa yaa seperti tugas mahasiswa kebanyakan, belajar. Tdk perlu fokus yg tdk penting utk skrg. Tentang yg lainnya itu urusan nanti. Semoga aku bisa lulus dgn baik. Dapat kerja. Bahagiain ortu, keluarga, dan mereka yg kusayang. YaAllah semoga semuanya Engkau mudahkan, aamiin. Masalah stlh itu aku serahkan kpd-Mu. Aku tau itu jg hrs dipikirkan, tp tdk utk skrg.
Skrg aku bingung mau menanggapi u gmn, ntah knp tbtb jd begini akhirnya. Aku tau ini salahku, maaf ya, hm mungkin kau bosan mendengar maaf dariku. Tp, aku percaya kau org baik. Aku sll terbawa, entahlh aku jd merasa hrs berhati² lagi jika berteman dgn lawan jenis, seperti bercanda gt yg takutnya jd tdk baik. Ah, semua memang sdh diatur oleh-Nya, tak terlewat sekecil apapun itu.
Skrg, kuharapkan yg terbaik utk mu. Duh, jd canggung gini ya. Ah, kuharap kita msh ttp berteman entah sementara atau selamanya.
Surat yg mungkin ga kan pernah kau baca atau belum sempat.
Penggemar u.
28 jan 2021
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?