Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Dear FutureMe,
Hai, kamu..
Iya, kamu..
Apa kabar?
Udah lama ya gak berkabar?
Bagaimana hari-hari mu?
Semoga menyenangkan, ya.
Kau tahu, kehidupan ini kadang lucu, ya.
Ntah siapa yang menunggu dan ntah siapa yang ditunggu, itu belum jelas. Bisa saja satu orang merasakan hal yang sama, itu mungkin.
Harapanku, semoga kita dapat dipertemukan. Sebenarnya mudah untuk bertemu, jarak kita yang dekat, itu mudah. Hanya saja, kesibukan yang membuat kita sulit untuk bertemu. Yang jelas, itu kesibukanmu, namun ketika kau mengajakku untuk bertemu, aku tidak punya waktu saat itu. Apa mungkin kita tidak akan bertemu? Atau Tuhan punya rencana yang terbaik untuk mempertemukan kita diwaktu yang tepat? Ku harap begitu.
Jangan lupakan aku, ya.
Dan akupun tidak akan melupakan mu, semoga saja.
Sekarang, kapan kita akan bertemu?
Aku menunggu kabarmu.
Tolong jangan pergi, ingatanku masih tentang mu.
Pergi untuk sekarang, ku harap suatu saat kau kembali lagi.
Aku percaya, Tuhan sedang mempersiapkan skenario yang terbaik tentang kisah kita.
Yaaa, happy ending.
Semoga, semoga, dan semoga.
Iya, semoga!
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?