A letter from February 13th, 2021

Time Travelled — almost 5 years

Peaceful right?

Dear FutureMe, Hai, kamu.. Iya, kamu.. Apa kabar? Udah lama ya gak berkabar? Bagaimana hari-hari mu? Semoga menyenangkan, ya. Kau tahu, kehidupan ini kadang lucu, ya. Ntah siapa yang menunggu dan ntah siapa yang ditunggu, itu belum jelas. Bisa saja satu orang merasakan hal yang sama, itu mungkin. Harapanku, semoga kita dapat dipertemukan. Sebenarnya mudah untuk bertemu, jarak kita yang dekat, itu mudah. Hanya saja, kesibukan yang membuat kita sulit untuk bertemu. Yang jelas, itu kesibukanmu, namun ketika kau mengajakku untuk bertemu, aku tidak punya waktu saat itu. Apa mungkin kita tidak akan bertemu? Atau Tuhan punya rencana yang terbaik untuk mempertemukan kita diwaktu yang tepat? Ku harap begitu. Jangan lupakan aku, ya. Dan akupun tidak akan melupakan mu, semoga saja. Sekarang, kapan kita akan bertemu? Aku menunggu kabarmu. Tolong jangan pergi, ingatanku masih tentang mu. Pergi untuk sekarang, ku harap suatu saat kau kembali lagi. Aku percaya, Tuhan sedang mempersiapkan skenario yang terbaik tentang kisah kita. Yaaa, happy ending. Semoga, semoga, dan semoga. Iya, semoga!

Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?