Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Dear FutureMe, Selamat ulang tahun yang 25 th Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana saat usia 25 tahun ada banyak hal dipikiranku yang tidak bisa kuceritakan pada siapapun. Tapi jika kuceritakan dalam tulisan untuk diriku dimasa depan, aku percaya bahwa aku bisa melangkah maju kedepan dan mengungkapkan semuanya. Aku merasa putus asa, aku merasa ingin menangis dan aku merasa ingin menghilang.
Untuk diriku dimasa depan, hidup memang tidak selalu berjalan mulus bak kereta yang sedang melaju, terkadang hidup menemui kerikil kecil yang menghadang. Dan hidup tak melulu selalu berjalan datar terkadang menanjak hingga lutut ini seakan tidak mampu lagi untuk menopang beban yang sudah lama terpikul. Berbagai cobaan telah kita lalui bersama tertawa, sedih, bahagia, senang dan segala rasa yang telah aku rasakan dalam mengarungi hidup ini telah membawa hidup kita ke level yang membentukmu seperti sekarang. Diriku kau telah menjadi saksi atas segala yang telah aku lewati, maka izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah terjadi selama ini dan juga telah menemaniku hingga aku berada di fase yang dapat disebut sebagai dewasa.
Untuk diriku dimasa depan, aku yang dulu bukanlah seseorang yang sempurna, terkadang akupun merasa terpuruk dan menjadi manusia yang paling tidak berguna, namun berkat sokongan dari diriku sendiri dan tentu Tuhan sebagai sokongan terbesarku mampu membuatku untuk kembali bangkit dan menyongsong hari esok yang lebih baik lagi.
Kenangan buruk yang kita lewati bersama, biarlah berlalu bak kereta yang berlalu dengan cepat, yang hanya kita perlu lakukan adalah belajar dari apa yang telah kita perbuat. Hei diriku jangan ingat-ingat lagi yang telah lalu, kau sering mengajaku untuk melupakan sakitnya ambil pelajarannya, sekarang aku tahu apa yang benar-benar disebut sebagai belajar dari pengalaman. Untuk diriku dimasa depan kita pernah mendiskusikan hal serupa, kita sepakat untuk selalu berpikiran positif dan mengucap syukur atas apa yang terjadi hari demi hari bukan?
Dulu aku pernah bermimpi ingin menjadi seorang jurnalis. Entah kelak terwujud atau tidak, tapi yang pasti aku tau dan kita semua tau bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Kadang, hanya kadang, bisa jadi lebih baik. Aku rasa ada alasan kenapa aku bisa menjadi seperti sekarang ini, karena memang aku seharusnya berada disini, dalam hidupku dengan seorang perempuan yang sekarang menjadi bagian dari hidupku.
Untuk diriku dimasa depan, hatiku ini, hatiku yang cuman satu-satunya telah hancur berkali-kali. Kepada diriku yang berumur 23 tahun terimakasih, aku punya banyak hal untuk disampaikan. Sedangkan untuk diriku dimasa depan, jika kau terus mencari kau akan menemukan jawabannya tentang tempat dan tujuan yang harus diraih. Semua hal dalam hidup mempunyai tujuannya masing-masing, jadi kau harus berjuang dan meraih mimpimu. Janganlah menyerah dan janganlah menangis ketika kau merasa ingin menghilang, percayalah selalu dengan suara hatimu yang bisa menuntunmu.
Untuk diriku dimasa depan, entah bagaimana kita menjalani hidup, kita tidak dapat menghindarinya. Jadi hanya tersenyumlah dan hidup dengan sepenuh hati. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana ketika saya sudah tersenyum mengingat kembali proses belajar yang sudah saya tempuh. Betapa kehidupan merupakan proses menjadi kupu-kupu. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana saya melihat perjuangan, tantangan, kemalasan dan sekaligus juga semangat menggebu dalam mempelajari hal baru.
Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, bahwasanya sesuatu akan berlalu dan tidak ada yang tidak mungkin hingga semuanya sudah selesai dilaksanakan.
Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana yang akan lebih menguatkan saya terhadap tantangan apapun, karena malu jika mulai mengeluh, malu dengan perjuangan yang sungguh luar biasa hingga tahap ini.
Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, ketika ada orang bertanya bagaimana perjalanan menggapai mimpi saya. Aku tahu mimpi itu tak terbatas. Namun aku hanya memilih segelintir dari sekian, fokus mengerjakan yang ada didepan mata dan berharap sampai pada tujuan.
Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, apa jadinya manusia tanpa keinginan? Jika berkeinginan saja tak mampu, apakah mereka mampu berbuat sesuatu? Ini yang selalu kukatakan kepada diri sendiri; berkeinginanlah! Berbuatlah! Berdoalah! Bersabarlah! Percayalah!
Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, daratan eropa menunggumu untuk kamu jajaki. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan!
Izinkan di sini aku hentikan tulisan. Saat titik terakhir pada kalimat disurat masa depan ini, aku berdoa semoga setitik fantasi di benakmu akan membawamu melangkah jauh, melihat dunia luas di luar Sana. Lalu dia juga akan mengantarkanmu pulang, menghadapkanmu pada realitas diri, mengajarkanmu untuk mengenali dirimu sendiri- yang begitu dekat dan lekat, tapi belum tentu kau kenali. Kepada diriku dimasa depan yang membaca surat ini, aku harap kamu mendapatkan kebahagiaan melebihi saat aku berumur 25 tahun.
Selamat melangkah.
amandacitraprilia:
about 17 hours ago